06 May 2020

Keutamaan At-Taubah ayat 128-129


Artinya:
  • Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin (QS. At-Taubah 128)
  • Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung”.(QS.At-Taubah 129).

SEJARAH 2 AYAT TERAKHIR AT-TAUBAH 128-129

Ayat ini terbilang istimewa karena menyangkut pribadi Nabi Muhammad SAW. Ketika Nabi Muhammad SAW wafat, Al-Qur'an belum tersusun dan tertulis dalam satu mushaf. Hal ini karena nabi memang melarang penulisan Al-Qur'an sebelumnya, sehingga pada saat itu, Al-Qur'an lebih banyak dijaga dengan hafalan para sahabat. Adapun beberapa sahabat yang menulis di daun-daun dan pelepah kurma adalah untuk koleksi pribadi.

Pada masa Khalifah Abu Bakar, atas usul Umar bin Khatab diadakan pengumpulan ayat-ayat Al-Qur'an jadi satu. Lalu dikumpulkan para penghafal Al-Qur'an untuk kepentingan menyusun Al-Qur'an. Dalam penyusunan, penulisan Al-Qur'an tidaklah mudah karena bacaan para sahabat ternyata berbeda-beda, hanya dengan periwayatan bacaan yang kuatlah yang digunakan dan masuk dalam pembukuan. Saat itu ada kekurangan ayat, lalu tim penyusun menanyakan ke sahabat satu persatu. Ayat tersebut berada pada surat At-Taubah 128-129 dan didapatkan dari Abu Huzaimah Al-Anshari.

Riwayat dari Abu Huzaimah ini sempat diragukan karena beberapa sahabat tidak meriwayatkan ayat ini. Setelah melalui beberapa proses panjang maka barulah disepakati redaksi seperti yang ada saat ini. Dua ayat di dalam surat At-Taubah ini yang riwayatnya ditunggu dan dicari selama bertahun-tahun.

Dengan dicantumkannya dua ayat itu, berakhirlah puzle penyusunan Al-Qur'an. Ayat tersebut adalah ayat yang dahsyat, sampai-sampai di dalam ajaran Tarekat Syadziliyiah ada perintah untuk membacanya sebanyak 7 kali setelah salat lima waktu atau minimal 2x yaitu setelah sholat subuh dan shalat maghrib.

Dalam hadits dari Abu Ad Darda’ radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut di shubuh dan sore hari sebanyak tujuh kali, maka Allah akan memberi kecukupan bagi kepentingan dunia dan akhiratnya.